Isu Penculikan Anak Sampai Ke Siantar?

Masyarakat di Kota Siantar saat ini diresahkan dengan informasi adanya pelaku penculikan anak dengan modus pelaku pura-pura gila. Hal ini menjadi bahan pembicaraan (viral) di media sosial (medsos) Facebook (Fb). Bahkan, warga dikabarkan telah menangkap satu orang wanita dengan modus pura-pura gila. Dalam akun Fb Banur Tiorina Napitupulu, ia memosting 7 foto dengan tag lokasi di Jalan Mayjend Ricardo Siahaan, Kota Siantar. Foto tersebut diberi caption "Modusss.. pura Pura gila.. ada barbut permen karet.. ngaku bentar br purba, tinggal ditigadolok, ntar lagi di raya...bawa permen karet dan semprot bius.. datang polisi eehh orang nias.. hati2 modus pencurian anak..."

Dari foto yang diposting, terlihat tanggal foto ini diambil yaitu pada Sabtu (18/3/2017). Dalam kolom komentar, Banur Tiorina mengatakan, bahwa kejadian itu terjadi di depan rumahnya.
Postingan dalam 7 foto tersebut terlihat kerumunan warga sedang menginterogasi wanita itu, bahkan terlihat ketakutan hingga menangis. Dalam salah satu foto, terlihat sebuah botol WD 40 berwarna biru. Dari komentar di foto itu, akun Fb Norman P Matondang menjelaskan, bahwa WD 40 bukanlah obat bius, namun bisa digunakan untuk membuat orang pingsan.
"WD 40 Emang di design bukan buat obat bius. Tapi mampu membuat orang pingsan kalau menghirup gas cairannya. Misalnya wd 40 di semprotkan ke sapu tangan lalu mulut dan mulutnya di tutup pake sapu tangan tadi. Bisa pungsan dan lemas . Karena wd 40 mengandung toxic. Coba di baca MSDS nya. Makanya wd 40 tidak boleh di bawak dalam pesawat. Disamping dia mengandung gas berbahaya juga mudah terbakar. Bisa menimbulkan iritasi pada kulit, mata dsb. Seseorang yang menghirup gas wd 40 bisa merasa mual dan sakit kepala," komentar akun tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, postingan tersebut telah dibagikan sebanyak 590 kali, mendapat respon sebanyak 124 kali dan mendapat komentar sebanyak 27 kali.

Previous
Next Post »